Dalam rangka meningkatkan budaya literasi masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon mengadakan kegiatan Festival Literasi Cirebon yang mengusung tema “Menanam Ilmu, Mewujudkan Cirebon Setara dan Berkelanjutan 2029.” Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi pelajar, guru, pegiat literasi, komunitas, serta masyarakat umum untuk menumbuhkan minat baca dan kemampuan menulis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Festival literasi ini diselenggarakan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai pengetahuan sejak dini serta memperkuat budaya belajar di tengah masyarakat. Melalui literasi, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu membaca dan menulis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Cirebon yang ingin menciptakan masyarakat yang setara dalam akses pendidikan dan berkelanjutan dalam pembangunan menuju tahun 2029.
Berbagai kegiatan menarik diselenggarakan selama festival berlangsung dari tanggal 8 - 12 Desember 2025. Kegiatan tersebut seperti talkshow oleh salah satu pegiat literasi yaitu Kang Maman dengan tema " Pelibatan Masyarakat dalam Gerakan Literasi dan Peningkatan Budaya Baca, bedah buku tentang sejarah dan naskah kuno yang menghadirkan penulis dan pegiat literasi untuk membahas isi serta pesan dari karya yang dipresentasikan. Selain itu, festival ini juga diisi dengan workshop dari relawan TIK dengan tema literasi digital dan rakit AI yang diikuti oleh pelajar dari berbagai sekolah dan mahasiswa di Kota Cirebon yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai penggunaan teknologi informasi secara bijak, aman, dan produktif. Dalam kegiatan ini, para peserta diperkenalkan pada berbagai materi penting seperti etika bermedia digital, keamanan data pribadi, cara mengenali hoaks, serta pemanfaatan internet untuk kegiatan belajar dan pengembangan diri. Selain literasi digital, festival ini juga menghadirkan Workshop Rakit AI (Artificial Intelligence) yang memberikan pengalaman baru bagi peserta untuk mengenal teknologi kecerdasan buatan secara lebih dekat. Dalam workshop ini, peserta belajar mengenai konsep dasar AI, cara kerja teknologi kecerdasan buatan, serta bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang seperti pendidikan, bisnis, dan kreativitas digital.
Kegiatan lain yang tidak kalah menarik adalah Lomba Membaca Nyaring oleh Bunda Literasi, Kecamatan dan Kelurahan Se-Kota Cirebon yang diharapkan dapat menjadi teladan dan penggerak literasi di lingkungan masyarakat, khususnya dalam keluarga. Peran mereka sangat penting dalam menanamkan kebiasaan membaca kepada anak-anak, sehingga tercipta generasi yang gemar membaca dan memiliki wawasan luas. Selain itu kegiatan ini juga menghadirkan sesi sharing dengan psikolog klinis anak yaitu Ch. Yulius Darmawan, M.Psi dan Citra Sabrina, M.Psi yang diharapkan para orang tua dan pendidik dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pendekatan psikologis dalam pendidikan anak. Dengan dukungan lingkungan yang positif dan penuh perhatian, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, percaya diri, dan memiliki minat literasi yang kuat. Kegiatan Kelas Merajut dan Diskusi Buku oleh Dini Lestari, C.IW agar peserta diajak untuk belajar teknik dasar merajut untuk melatih keterampilan tangan dan kreativitas, kesabaran, ketekunan, serta meningkatkan konsentrasi. Festival ini juga mengadakan diskusi buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring. Buku yang membahas tentang penerapan filsafat Stoisisme dalam kehidupan sehari-hari ini menjadi bahan diskusi yang menarik bagi para peserta. Dalam sesi diskusi, peserta diajak untuk memahami bagaimana prinsip-prinsip stoik dapat membantu seseorang mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, serta membangun pola pikir yang lebih bijaksana dan tenang. Kegiatan menarik lainnya yaitu Lomba mewarnai tingkat TK dan SD, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah dan parade band yang menjadi penutup kegiatan ini.
Tidak hanya itu, festival ini juga menghadirkan pameran buku yang menyediakan berbagai koleksi buku dari berbagai genre. Pengunjung dapat membaca secara santai maupun membeli buku dengan harga terjangkau. Suasana festival yang penuh semangat membuat literasi terasa lebih dekat dan menyenangkan bagi masyarakat.
Tema “Menanam Ilmu” mencerminkan upaya menumbuhkan pengetahuan sebagai benih yang kelak akan berkembang menjadi kekuatan bagi masyarakat. Sementara itu, konsep “Cirebon Setara dan Berkelanjutan 2029” menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan serta pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh warga.
Melalui Festival Literasi ini, Kota Cirebon berharap dapat membangun generasi yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Literasi tidak hanya menjadi aktivitas membaca dan menulis, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk menciptakan masa depan kota yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan masyarakat, Festival Literasi di Kota Cirebon diharapkan dapat menjadi agenda inspiratif yang terus berkembang setiap tahun. Melalui langkah kecil menanam ilmu hari ini, diharapkan akan tumbuh generasi yang mampu mewujudkan Cirebon yang setara, cerdas, dan berkelanjutan pada tahun 2029.