Kegiatan Literasi Kreatif Membuat Sabun Cuci dari Minyak Jelantah
Minyak jelantah atau minyak bekas pakai biasanya dibuang
begitu saja. Hal tersebut jika dibuang sembarangan mengakibatkan pencemaran
lingkungan. Sebaiknya minyak jelantah tersebut tidak langsung dibuang dan di
daur ulang menjadi bahan yang bermanfaat seperti sabun untuk cuci. Hal serupa
juga dilakukan oleh tim literasi kreatif perpustakaan 400 Kota Cirebon.
Dalam rangka memanfaatkan minyak bekas pakai untuk di daur
ulang menjadi sabun cuci, Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Kota Cirebon (Perpustakaan 400) mengadakan kegiatan tersebut. Melalui program
Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang mana tujuan kegiatan
tersebut yaitu untuk memanfaatkan minyak bekas pakai agar tidak mencemari
lingkungan. Kegiatan ini menarik untuk dipelajari bagi siapapun serta menjadi
peluang dalam membuka usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan ini dipandu oleh pegiat literasi perpustakaan 400
yaitu ibu Dra. Lismah Rahmawati dan Ibu Weni. Kegiatan dilaksanakan pada Senin,
1 Juli 2024 di lantai 2 Perpustakaan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota
Cirebon (Perpustakaan 400), lalu 50 peserta dari berbagai kalangan masyarakat
Cirebon hadir dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Bahan dasar yang digunakan untuk membuatnya hanya 3 yaitu
minyak jelantah, soda api, air sebanyak 200 ml. dan bahan tambahan yaitu pewangi
pakaian. Sebelum diolah minyak jelantah terlebih dahulu direndam bersama kulit
pisang atau arang selama 1 malam untuk menetralisir agar tidak bau. Setelah itu
masukkan air sebanyak 200 ml. dan soda api. Karena soda api sifatnya panas tunggu
sampai hangat. Kemudian masukkan ketiga bahan tersebut bersama dengan pewangi
pakaian kemudian di aduk dan masukkan ke dalam cetakkan. Setelah itu tunggu
minimal selama 2 minggu agar sabun dari minyak jelantah bisa digunakan. Sabun
ini dapat digunakan untuk mencuci alat masak, peralatan makan dan menghilangkan
noda membandel pada pakaian. Namun produk sabun ini tidak disarankan untuk
sabun mandi karena dapat merusak kulit.
"Adanya kegiatan semoga ibu-ibu dapat memanfaatkan
limbah rumah tangga" tutur weni selaku instruktur. "Karena
perpustakaan merupakan pusat pembelajaran sepanjang hayat jadi harus mengadakan
kegiatan yang positif, bermanfaat dan diharapkan mampu menjadi nilai jual untuk
kesejahteraan keluarga serta memanfaatkan limbah agar tidak mencemari
lingkungan" tutur lismah selaku pegiat literasi perpustakaan umum dinas
perpustakaan dan kearsipan kota cirebon (perpustakaan 400).