Penulis : Muhammad Wildan Ali Syafa’at/Dispusip Kota Cirebon
Pepatah mengatakan “Buku adalah Jendela Dunia”. Untuk itu perlu adanya upaya-upaya untuk menumbuhkembangkan minat baca anak. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon sebagai lembaga yang berwenang dalam hal tersebut melalui Bidang Pembinaan Perpustakaan mengadakan lomba bercerita (story telling) tingkat SD/MI se-Kota Cirebon tahun anggaran 2022 yang sempat terhenti selama 2 tahun akibat dilanda pandemi covid 19. Lomba tersebut bertempat di lantai 2 Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon (Perpustakaan 400), Jalan Brigjen Dharsono (By Pass) No. 11 Kota Cirebon pada tanggal 19 September s/d 26 September 2022. Tujuan diadakannya acara tersebut yaitu untuk meningkatkan minat dan budaya baca anak sejak dini serta menumbuhkan kecintaan akan budaya bangsa.
Pelaksanaan lomba dimulai dari sesi audisi pada tanggal 19 September 2022 sampai dengan tanggal 22 September 2022 yang diikuti oleh 40 peserta dari Sekolah Dasar se-Kota Cirebon dengan dewan juri sebanyak 3 (tiga) orang. Acara diawali dengan laporan dari Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon selaku ketua penyelenggara kegiatan dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon. Hadir pula tamu undangan dari perwakilan Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Perwakilan RRI Kota Cirebon, Koordinator wilayah pendidikan Kota Cirebon serta Beberapa Kepala Sekolah dan Guru SD maupun orang tua dari masing – masing peserta. Acara pembukaan berlangsung begitu meriah dengan hadirnya bintang tamu spesial dari grup musik Hip Hop Kota Cirebon yaitu Project Qiu yang mengajak peserta untuk bergoyang dan bernyanyi lagu – lagu mereka tentang kearifan lokal tanah air Indonesia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Drs. H. Jaja Sulaeman, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan lomba bercerita ini mempunyai manfaat yaitu untuk meningkatkan kreativitas anak, menumbuhkan minat dan baca anak serta meningkatkan kemampuan literasi bagi anak SD. “Melalui lomba ini diharapkan dapat merangsang kemampuan minat baca anak, selain itu ketika anak – anak disediakan buku oleh sekolah maupun orang tua mereka mampu memotivasi diri untuk menceritakan kembali dari buku bacaan tersebut” tutur Jaja Sulaeman dalam sambutannya saat membuka audisi lomba bercerita. Selain itu beliau juga mengajak untuk mendorong anak – anak agar mereka memiliki kecerdasan melalui membaca, meumbuhkan kreativitas anak – anak dan membangun karakter anak – anak melalui buku cerita yang bermanfaat untuk tumbuh kembangnya. Kepala bidang pembinaan perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Cirebon, Agus Jaman, S.AP juga berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan bercerita siswa SD melalui berbagai macam bacaan dan media serta menanamkan cinta kebudayaan bangsa, persatuan dan kesatuan serta nasionalisme sejak dini.
Para peserta sangat antusias mengikuti lomba. Hal tersebut terlihat dari beberapa peserta ada yang membawa properti pendukung dan mengenakan pakaian adat sesuai tema cerita mereka. Setalah audisi berakhir dari total 40 peserta yang mengikuti audisi lomba bercerita telah terpilih 10 finalis untuk melanjutkan ke babak grand final yang dilaksanakan pada tanggal 26 September 2022 pukul 08.00 s/d selesai. Isak tangis bahagia mewarnai peserta saat memasuki babak grand final. Berdasarkan penilaian oleh dewan juri hasil akhir grand final lomba bercerita telah terpilih juara 1 Raisa Ardani dari SDN Pengampon 1, juara 2 Yusri Akif dari SDIT Sabilul Huda, juara 3 Mochammad Gibran dari SDN Kartini 1, juara harapan 1 Dzaki Fazila dari SDN Kramat 1, juara harapan 2 Hanifah Kayyisatudzakiyah dari SDN Karya Mulya 1 dan juara harapan 3 Riyadh Fortunandito dari SDN Ciremai Giri.
Budaya dan minat baca akan tepat sasaran jika ditanamkan sejak usia dini dengan melibatkan unsur keluarga, sekolah, masyarakat maupun dukungan dari pemerintah yang dilakukan secara terus-menerus untuk mewujudkan hasil yang optimal. Salah satu wujud nyata ke arah tersebut adalah dibentuknya perpustakaan-perpustakaan di setiap sekolah, pengadaan buku-buku bacaan tentang budaya lokal dan kisah-kisah kepahlawanan bangsa maupun lokal.